Inilah Unsur-Unsur Perbuatan Melawan Hukum di Indonesia

gambar tersebut menyebutkan beragam unsur perbuatan melawan hukum gambar tersebut menyebutkan beragam unsur perbuatan melawan hukum

Inilah Unsur-Unsur Perbuatan Melawan Hukum di Indonesia

Seseorang bisa saja ditetapkan sebagai tersangka jika telah memenuhi unsur-unsur perbuatan melawan hukum. Di Indonesia, seseorang akan ditetapkan sebagai tersangka jika memenuhi unsur-unsur pelanggarannya.

Jadi, institusi hukum tidak diperbolehkan menetapkan status tersangka kepada seseorang tanpa adanya bukti, motif, dan unsur-unsur pelanggaran sesuai dengan hukum perdata dan pidana di Indonesia.

Apabila tidak ada unsur-unsur pelanggaran, maka institusi hukum dilarang menetapkan seseorang sebagai tersangka. Sebab, menetapkan seseorang sebagai tersangka tanpa bukti yang kuat tentu menjadi salah satu pelanggaran dalam institusi hukum.

Sesuai dengan Undang-Undang pasal 1365 KUH Perdata yang menyebutkan bahwa tiap perbuatan yang melanggar hukum serta merugikan orang lain, wajib orang melakukan penggantian kerugian atas suatu tindakan atau perbuatan yang dilakukan.

Oleh karena itu, Anda wajib tahu apa saja tindakan yang masuk dalam kategori perbuatan melawan hukum positif di Indonesia. Selain itu, ketahui pula apa saja unsur-unsur yang menetapkan suatu perbuatan dianggap melanggar hukum perdata dan pidana di Indonesia.

Daftar Unsur-Unsur Perbuatan Melawan Hukum Positif di Indonesia

Sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia, ada beberapa unsur-unsur yang harus diketahui oleh penyidik dalam menentukan tersangka. Sebab, seseorang tidak serta merta ditetapkan bersalah tanpa ada unsur-unsur melakukan tindakan melanggar hukum

Sesuai dengan pasal 1365 KUH Perdata yang berlaku di Indonesia, ada 4 unsur-unsur perbuatan melawan hukum positif. Unsur yang pertama adalah adanya perbuatan yang masuk dalam kategori melawan hukum.

Perbuatan ini tentu saja merugikan seseorang dari segi materil dan imateril. Artinya, suatu tindakan dilakukan secara sengaja maupun tidak dan kemudian menimbulkan suatu kerugian adalah bentuk perbuatan yang melawan hukum.

Kini, perbuatan yang masuk dalam kategori melawan hukum hanya berpatokan pada Undang-Undang saja. Kini, kategori melawan hukum berpatok pada undang-undang tertulis dan tidak tertulis.

Unsur yang kedua, ditemukannya kesalahan dalam melakukan tindakan. Kesalahan ini masuk dalam unsur-unsur perbuatan melawan hukum. Sebab, kesalahan yang Anda perbuat akan menimbulkan kerugian bagi seseorang.

Unsur ini menjelaskan tentang hubungan suatu tindakan tertentu yang dapat memicu kerugian. Tentu saja, hubungan ini sangat berkaitan dengan perbuatan yang dilakukan. Jadi, Anda harus mempertimbangan segala tindakan yang diambil beserta resikonya.

Dan unsur-unsur perbuatan melawan hukum yang terakhir adalah munculnya kerugian. Tercatat, ada dua jenis kerugian yang dialami oleh seorang korban. Salah satunya yakni kerugian secara materil, yakni tentang harga benda atau biaya ganti rugi barang.

Sedangkan, kerugian secara imateril berupa tekanan psikologis, hilangnya gairah untuk hidup, hingga timbulnya rasa trauma. Anda dapat mencari tahu contoh kasus perbuatan melanggar hukum dan putusan hukum terkait pelanggaran tersebut.

Cara Meminimalisir Unsur-Unsur Perbuatan Melawan Hukum

Tentu saja akan ada kerugian yang cukup signifikan apabila Anda terbukti melanggar hukum di Indonesia. Sebab, Anda bisa saja dituntut ke pengadilan karena melakukan tindakan yang dianggap melanggar hukum.

Akibatnya, Anda harus menghadapi tuntutan atau gugatan secara perdata maupun pidana. Alhasil, Anda harus membayar biaya kerugian atau bahkan dituntut penjara jika terbukti bersalah di persidangan.

Pasalnya, ada banyak contoh kasus perbuatan melawan hukum yang kemudian diganjar dengan pasal perdata dan pidana. Akibatnya, seseorang yang dinyatakan bersalah harus menanggung hasil persidangan.

Ada beberapa cara untuk meminimalisir unsur-unsur perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui cara tersebut agar tidak dianggap melawan hukum positif yang berlaku di Indonesia.

Pertama, apabila Anda membuat kesepakatan atau kerja sama dengan pihak lain maka pelajari isi perjanjian atau pernyataan terlebih dahulu. Silahkan membaca poin demi poin dari isi perjanjian maupun pernyataan yang akan disepakati bersama.

Jika tidak ada keberatan, maka segera tandatangani perjanjian atau pernyataan yang telah dibuat bersama. Sebagai komitmen, tentu Anda harus melakukan hal-hal yang telah disepakati bersama. Dengan begitu, maka unsur-unsur perbuatan melawan hukum dapat diminimalisir.

Kedua, kedepankan asas musyawarah jika memang terjadi konflik dalam perjanjian. Apabila tidak ada solusi atau titik temu, maka Anda dapat mengajukan gugatan peradilan tata usaha maupun tata Negara untuk mencari solusi atas konflik perdata maupun pidana.

Perbuatan yang melawan hukum adalah salah satu bentuk pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi. Untuk itu, perbuatan tersebut harus diganjar dengan hukum di pengadilan Negara. Tercatat, ada beberapa unsur-unsur perbuatan melawan hukum yang menjadi faktor pendorong seseorang melakukan tindak pidana maupun perdata.