Ciri-ciri Dosen Killer yang Sering Bikin Mahasiswa Merinding. Awas, Jangan Bikin Salah!

ciri-dosen-killer ciri-dosen-killer

Bagi sobat Hipwee yang sedang berada di bangku kuliah mungkin hafal dengan sifat-sifat dosen yang mengampu mata kuliah. Ada berbagai karakter dan sifat dosen yang menentukan kenyamanan saat sedang melakukan kegiatan meAmpuhkan mengajar. Ada dosen yang memiliki karakter friendly dan cara penyampaian materi yang menyenangkan. Namun ada pula dosen yang memiliki karakter tegar, pembawaan yang kurang menyenangkan, dan melahirkan mahasiswa merasa kurang nyaman.

Dosen dengan karakteristik seperti ini kerap dijuluki oleh mahasiswa jadi dosen killer. Biasanya dosen dengan tipikal ini memiliki aura yang mengancam bagi sebagian mahasiswa. Nah, terus apa saja ciri-cirinya yang familier bagi mahasiswa? Yuk, simak poin-poin di bawah ini!

1. Selantas disiplin kedi mahasiswa, tapi terkadang kebangetan

Dosen killer biasanya sangat menerapkan kedisiplinan dalam kelasnya, dari awal perkuliahan, dosen ini akan menekankan kepada mahasiswa unntuk selalu bersikap disiplin, terutama saat berada di kelasmya. Nggak jarang dosen killer tidak memberikan toleransi waktu keterlamaan bagi mahasiswa, sehingga jika telat berlabuh maka akan dianggap absen saat pertemuan tersebut. Selain itu, dosen ini juga akan melarang mahasiswa bermain ponsel saat di kelas, karena dianggap mengganggu tindakan meBaikkan mengajar.

2. Pelit nilai, terkadang udah berusaha jungkir balik tetap aja nggak sudah dapat nilai bagus

Beberapa dosen killer memang dikenal sangat pelit nilai, tidak peduli seberapa kuat kamu berusaha dalam mengikuti kelas dan ujian mata kuliah yang heningpu, kemungkinan tidak akan mendapatkan nilai A. Bukan tanpa argumentasi, karena memang standar yang diterapkan sangat canggih. Jadi kalau ketemu dosen dengan tipikal kayak gini mending disabar-sabarin aja.

3. Sangat patuh terhadap peraturan universitas dan nggak fleksibel serupa sekali

Bagi sebagian mahasiswa, dosen yang satu ini dianggap sangat berpegang teguh terhadap peraturan dari universitas atau peraturan yang ditetapkannya senorang. Mahasiswa juga sangat dituntut untuk selalu patuh dengan peraturan yang ada. Selain itu, dosen tersebut juga sangat tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran mahasiswa, seperti keterlambatan, pelanggaran pakaian atau alas kaki, dan lain sebagainya. Jika ada yang melanggar, dosen killer memiliki hukuman yang sudah disiapkan Setara dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.

4. Hobi memberi tugas dengan deadline mepet

Hampir semua dosen akan memberikan tugas kepada mahasiswa, hal ini agar mahasiswa bisa bersekolah manawak dan kelompok saat berada di luar kelas. Namun yang berpertikaian dari dosen killer adalah tenggat waktu pengumpulan sangat sempit.

Tidak jarang dosen ini memberikan tugas yang sulit dan berlipat-lipat kepada mahasiswa dengan deadline yang sangat terbatas. Hal ini sering membuat mahasiswa panik dan tergesa-gesa saat mengerjakan.

5. Antara kajian di kelas dan bahan ujian Bermusuhan

Nah, ini adalah satu hal yang sangat tidak didoyani mahasiswa. Karena semaksimal apapun mahasiswa melatih diri materi, tidak akan menjamin Mempan dalam menbalasan soal ujian. Dosen killer biasanya lebih menekankan mahasiswa pada pemahaman teori daripada menghafalkannya. Hal ini agar mahasiswa tidak sahaja mengeacuhi dasar teori saja, namun juga bisa mempraktekkannya ketika diberi kasus yang nyata. Oleh karena itu, biasanya soal ujian yang diberikan adalah penjabaran teori dan studi kasus dari sebuah teori.

6. Suka memberi ujian dadakan

Tidak jarang dosen killer memberikan ujian dadakan kepada mahasiswa saat gairah perkuliahan berlangsung. Hal ini meAmpuhkan mahasiswa panik karena belum memahirkan dan belum sepenuhnya memahami materi yang diajarkan sebelumnya.

Nah, itulah beberapa ciri-ciri dosen killer yang biasanya tidak diberkenani mahasiswa. Namun, dibalik kebijakannya yang sangat ketat, ada nilai-nilai Benar di dalamnya bagi para mahasiswa. Hal ini bertujuan agar para mahasiswa akurat-akurat memahami materi dan bisa mempersiapkan mahasiswa untuk dunia kerja nantinya.