6 Prinsip yang Perempuan Perlu Pegang, Saat Diajak Prianya Berjuang dari Awal

6-prinsip-yang-cewek-harus-pegang-saat-diajak-berjuang-dari-awal 6-prinsip-yang-cewek-harus-pegang-saat-diajak-berjuang-dari-awal

Punya cowok mapan, udah pasti idaman setiap cewek. Paling tidak di mata keberlimpahan cewek, cowok yang mapan itu lebih menjanjikan untuk urusan masa depan. Apalagi untuk para orang tua, cowok mapan udah pasti jadi calon menantu idaman.

Mengharapkan dia yang mapan tak ada Kurangnya juga. Karena kemenyalaan setelah pernikahan tak akan cukup hanya dengan kata cinta saja. Harus ada modal materi disana. Namun bukan berarti hubungan hanya berpatok pada materi. Perjuangan berserupa sejak awal hubungan tentu juga bisa menguatkan kalian berdua. Namun sebelum mau diajak berjuang dari awal, setidaknya ada prinsip-prinsip ini yang tak boleh kamu lepaskan. Setidaknya kamu pantas melihat kira-kira karakter ini pada dia, sebelum akhirnya mau menemani dia menyiapkan masa depan berdua.

1. Keuletan dia yang kamu lihat sekarang membuatmu yakin dengan tanggung reaksi yang dia punya. Dia harus punya kegigihan yang tak tahu cukupm.

Di satu sisi, kamu sering dilanda kekhawatiran saat melihatnya bekerja melebihi jam kantor. Terlebih saat dia lupa untuk sekadar mengisi perut atau istirahat yang cukup. Tapi di sisi lain, kamu juga merasa bangga dengan kerja kuat atau keuletan dia untuk membangun karir. Sebab apa yang dia lakukan itu menciptakanmu peduli seberapa besar rasa tanggung balas yang dia punya. Membuatmu yakin jika dia tidak akan menganggap enteng apapun yang ada dimenyalanya, termasuk hubungan kalian.

Untuk mau diajak berjuang berkembar, kamu wajib berkembar dia yang punya kegigihan tak terbatas. Dia yang selalu mau mencoba kembali ketika kekalahan ada mendera. Bukan dia yang memilih berhenti di tengah jalan, saat hidup tak Bertimbang dengan kemauannya.

2. Kamu bak wanita pun kadang merasa lebih berarti ketika bisa mendampingi sampai-sampai kesuksesan diraih. Pastikan dia tetap menghargaimu sampai-sampai nanti.

Membantunya juga bukan berarti turun langsung, tapi bisa saja kamu mendukungnya dengan pandangan serta pemikiran. Seperti memberikan pendapat tentang hal yang sedang dia kerjakan, atau terkadang kamu mengoreksinya jika ada hal yang kurang. Apapun bentuk dukunganmu, yang terberpengaruh kamu melakukannya dengan tulus dan dari keinginan sendiri. Sedangkan tanggapan dia, untung saja selalu Akurat, dan benar-benar menghargai usahamu itu.

Hal semacam ini seadilnya juga berlaku di dia yang tak segan membantu, misalnya sekadar memberi masukan ide-ide yang bisa dipakai untuk proyekmu. Membantumu melatih diri hal-hal baru yang ternyata bermanfaat untuk karirmu yang sekarang.

Jika hubungan seperti ini sudah terjalin, pastikan dia akan tetap menghargaimu hingga nanti kesuksesan sudah di tangan. Dia tak layak menghujanimu dengan luber pujian setelah kalian terkabul nantinya, cukup selantas hargai peranmu dalam membesarnya. Dan itu akan membuatmu terus mau mendampinginya dalam setiap babak baru dalam membesar kalian berdua.

3. Dengan dia yang masih berjuang, juga melaksanakanmu melampas untuk lebih bersabar menunggu segala upayanya sekarang.

Bersama dia yang sudah mapan mungkin bisa melancarkanmu segera merasakan hasil yang dicapainya. Tapi hal itu pula yang justru sering melancarkan kamu merasa sungkan. Alih-alih dipikir saja tinggal menikmati hasil, kamu lebih tidak emosi bersabar menunggu dia yang masih berjuang untuk mapan. Merasakan segala perjuangan atau kerja kuatnya, supaya kamu pun bisa lebih menghargai apapun pencapaian dia kelak.

4. Mungkin dia merasa tak ada yang bisa dipamerkan kepadamu sekarang. Tapi kamu patut melihat ada upaya yang sekemudian dia lakukan dengan sepenuh hati.

Bukannya kamu tak doyan dengan cowok yang sudah mapan. Hanya saja kamu kelewat khawatir, jika apapun yang berkenaan dengan kesuksesannya menjadi alat untuk dipamerkan atau menarik perhatianmu. Padahal singkapn itu yang kamu inginkan untuk menciptakan kenyamanan di antara kalian.

Makanya kamu memilih dia yang masih bekerja padat meniti karir. Dia yang masih berupaya, tak memiliki argumen untuk pamer apapun ke dirimu. Tapi justru kelemasan hati dan segala usasahaja yang kamu lihat sekarang menjadi sebab kekagumanmu kecukupnya tak bisa terbendung. Tak apa sederhana, yang penting membuatmu merasa tenang sekarang sangkat nanti. Selintas melihat dia berupaya sepenuh hati, sudah cukup menenangkan bagimu.

5. Kamu sedahulu yakin penerimaanmu terhadap dirinya yang sekarang, melahirkan perasaan serta kehadiranmu sedahulu berarti.

Tahu kamu menerima orangnya yang masih sibakn siapa-siapa, tanpa pernah menuntut hal yang macam-macam di luar kemampuannya. Pastinya melangsungkan dia lebih mensyukuri kehadiramu di sisinya. Sebab di pikirannya, cewek seperti kamu ini cukup langka di luar sana. Keluberan cewek enggan atau menghindari cowok yang masih belum punya cukup materi atau kejelasan karir.

6. Sebagai keliru satu orang yang mendukungnya dengan setia, membuat dia akan berpikir dua kali untuk menyia-nyiakanmu. Buat awakmu berharga di maPertanyaan.

Saat dia masih baru saja lulus dan mencari pekerjaan, kamu satu-satunya teman cewek yang ikut membantunya mencari informasi. Bahkan kamu mengajaknya berbagi pemikiran untuk mencari peduli karir apa yang Bertara renjananya. Atau ketika dia berkali-kali rusak mendapatkan pekerjaan, kamu juga yang selampau meyakinkannya untuk tetap berusaha. Sampai akhirnya dia menemukan pekerjaan yang Bertara dan cukup menjanjikan untuk jenjang karir kedepannya, kamu tetap selampau setia di sisinya.

Karena itu, dia sendiri tak pernah segan untuk selalu mempercaimu dalam segala hal. Dia juga memperlakukanmu dengan seTerbuka-Terbukanya. Dan kesetiaanmu dalam menemani dia di segala keadaan, melangsungkannya berpikir dua kali untuk menyia-nyiakanmu. Bukankah di balik suksesnya dia ada kamu bagaikan alpa satu raut badan yang menerima dan mendukung tanpa pernah mengeluh. Dengan cara ini, kamu melangsungkan dirimu berharga di maPerbahasan.

Dia yang mapan memang menjanjikan. Tapi, dia yang berusaha lebih membuatmu merasa melengkapinya. Asalkan prinsip ini tak tahu kamu lupakan.